1. Muhammad ibn Wasi' al-Azdi mengatakan bahwa Abu Darda' ra pernah menulis kepada Salman al-farisi ra beliau berkata :
"Wahai saudaraku, pergunakanlah waktu sehatmu dan waktu luangmu, sebelum datang musibah yang tak seorang pun mampu menolaknya." (Iqtidha'ul Ilmu al-"Amal hlm. 104, oleh al-Khatib al-Baghdadi)
2. Muhammad ibn Abdil Baqi berkata :
"Tidaklah aku mengetahui, jika aku pernah melalaikan sesaat saja dari umurku hanya untuk bermain-main dan senda gurau." (Siyar A'lam an-Nubala' 20/26, oleh adz-Dzahabi)
3. Al-Imam al-Hasan al-Bashri berkata :
"Aku menjumpai suatu kaum yang salah seorang dari mereka lebih pelit terhadap waktunya daripada uangnya." (Syarhu as-Sunnah 14/225, oleh al-Baghawi)
4. Syaikh al-Faqih Ibnu Aqil al-Hanbali berkata :
"Sesungguhnya tidak halal bagiku untuk melalaikan sesaat dari umurku, sehingga jika lisan ini telah berhenti dari berdzikir dan berdiskusi, dan mata ini berhenti dari mencari pembahasan, maka aku memikirkan ilmu saat santaiku." (Dzail Thabaqat al-Hanabilah 1/146, oleh Ibnu Rajab)
5. Al-Imam an-Nawawi berkata :
"Selayaknya bagi seorang penuntut ilmu untuk berupaya mendapatkan ilmu dikala waktu lapang, tatkala semangat tinggi, kuat badan, dan kecerdasannya dan sedikit kesibukannya, sebelum datang penghalang-penghalang (dari menuntut ilmu)." (al-Majmu' 1/69, oleh an Nawawi)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar